PRS – Semangat membangun desa yang adil, inklusif dan berkelanjutan terasa begitu hidup di Desa Oesena, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menghadirkan pelatihan bertajuk “Perencanaan Pembangunan Desa yang Partisipatif dan Responsif Gender”.
Hal tersebut sebagai langkah nyata memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Tim dosen yang dipimpin Eusabaius Separera Niron, S.IP., M.IP. dengan nama sapaan Eston Niron bersama Bruno Rey Sonby Pantola, S.IP., M.IP melalui keterangan tertulis yang diterima PorosNTT pada Kamis, 9/07/2026.
Eston Niron mengajak aparatur desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, hingga berbagai unsur masyarakat untuk bersama-sama merancang masa depan desa yang lebih baik.
Sekitar 30 peserta mengikuti pelatihan yang bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan yang transparan, akuntabel, partisipatif, sekaligus mampu menjawab kebutuhan seluruh warga tanpa membedakan laki-laki maupun perempuan.
Dalam pemaparannya, Eston Niron menjelaskan bahwa pembangunan desa tidak lagi cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik.
Pembangunan juga harus memberi ruang yang sama bagi semua warga untuk menyampaikan gagasan, terlibat dalam pengambilan keputusan, serta menikmati hasil pembangunan secara adil.
“Materi yang diberikan meliputi penyusunan RPJM Desa, RKP Desa, APBDes yang responsif gender, peningkatan kualitas Musyawarah Desa (Musdes) dan Musrenbang Desa, hingga penguatan kapasitas peserta dalam memahami prinsip kesetaraan dan keadilan gender,” Jelasnya Eston Niron.
Sementara Kepala Desa Oesena, Nelson F. Boymau, yang membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dosen UNWIRA.
Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi bekal penting bagi pemerintah desa untuk menyusun program pembangunan yang benar-benar berpihak kepada seluruh masyarakat.
Suasana pelatihan semakin bermakna ketika Melki Pae, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Oesena, menegaskan bahwa pemahaman mengenai gender masih perlu terus diperkuat di tengah masyarakat.
“Selama ini masih ada pandangan karena pengaruh adat dan budaya bahwa seluruh keputusan pembangunan berada di tangan laki-laki. Padahal perempuan juga memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan desa,” ujarnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








