Daerah  

Didik Wahyudi: SPAM Raknamo Kini Jadi Tanggung Jawab Pemkab Kupang dan PDAM

Reporter : Hendrik/Tim
IMG_20260713_181830_659

Namun jumlah sambungan tersebut masih sangat kecil dibanding kapasitas sistem yang telah dibangun.

Didik menyebut instalasi pengolahan air memiliki kapasitas 2 x 40 liter per detik atau total 80 liter per detik.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Sayangnya, kapasitas besar tersebut belum termanfaatkan secara optimal karena baru melayani sekitar 200 sambungan rumah, yang setara dengan kebutuhan sekitar 2 liter per detik.

Akibatnya, instalasi belum dapat beroperasi secara maksimal dan dalam banyak waktu masih berada dalam kondisi menganggur.

“Potensi instalasi sangat besar, tetapi pemanfaatannya masih kecil karena jaringan pelayanan ke masyarakat belum berkembang,” ungkapnya.

Menurut Didik, target awal pemerintah adalah setelah sistem diserahkan kepada PDAM, jaringan distribusi dapat terus diperluas hingga menjangkau wilayah Oesao dan Oelamasi.

Namun rencana tersebut terhambat karena keterbatasan anggaran.

PDAM mengalami keterbatasan dana untuk memperluas jaringan perpipaan, sementara Pemerintah Kabupaten Kupang juga menghadapi kendala dalam penyertaan modal, terlebih setelah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Kondisi tersebut membuat pengembangan layanan air bersih berjalan lebih lambat dari yang direncanakan.

Meski demikian, Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan NTT tetap melakukan pendampingan kepada Pemerintah Kabupaten Kupang dan PDAM agar sistem yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal.

Didik mengungkapkan, kawasan Oelamasi saja memiliki potensi sekitar 1.000 hingga 1.500 sambungan rumah yang dapat dilayani apabila jaringan distribusi berhasil diperluas.

Karena itu, pihaknya akan membantu pemerintah daerah mengusulkan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat maupun pihak lain agar pengembangan jaringan air bersih dapat segera direalisasikan.

“Potensinya sangat besar. Yang dibutuhkan sekarang adalah dukungan anggaran agar jaringan distribusi bisa diperluas sehingga kapasitas instalasi dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melayani masyarakat,” pungkasnya. (**)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung