Daerah  

Christian Widodo Ajak KKMF Perkuat Persatuan dan Gotong Royong

Reporter : Hendrik
IMG-20260707-WA0030

PRS – Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Restoran Celebes, Senin (6/7), saat Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melantik Pengurus Kerukunan Keluarga Madura Flobamora (KKMF) Kota Kupang Periode 2026–2031.

Lebih dari sekadar seremoni organisasi, pelantikan itu menjadi perayaan indah tentang persaudaraan, keberagaman, dan cinta terhadap Kota Kupang sebagai rumah bersama.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Usaha Anda Tampil Disini? Hubungi Kami!!!

Di tengah kehadiran para sesepuh, dewan pembina, pengurus lama dan baru KKMF, tokoh paguyuban etnis, tokoh agama, serta jajaran Pemerintah Kota Kupang, semangat persatuan terasa begitu kuat.

Perbedaan latar belakang budaya berpadu menjadi satu dalam ikatan persaudaraan yang menghangatkan.

Baru kembali dari Rapat Kerja Nasional APEKSI di Medan, Wali Kota Kupang mengaku tetap memilih hadir karena ingin menunjukkan penghormatan dan kedekatannya dengan keluarga besar Madura di Kota Kupang.

“Saya harus hadir malam ini sebagai bentuk cinta dan penghargaan kepada keluarga besar Madura di Kota Kupang. Terima kasih atas kontribusi yang selama ini telah diberikan bagi kemajuan Kota Kupang,” ujar Christian Widodo.

Ia memberikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan KKMF dalam menyukseskan pelantikan melalui kebersamaan dan partisipasi seluruh anggota.

Menurutnya, kolaborasi seperti itulah yang menjadi fondasi lahirnya kota yang maju dan masyarakat yang saling menguatkan.

“Orang bisa berbicara tentang kolaborasi, tetapi keluarga besar Madura membuktikannya. Gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan dalam membangun Kota Kupang,” katanya.

Dalam pidatonya, Christian Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat harmoni di tengah keberagaman.

Baginya, identitas budaya bukanlah sekat yang memisahkan, melainkan warna yang mempercantik wajah Kota Kupang.

“Menjadi orang Madura sekaligus menjadi warga Kota Kupang bukan dua identitas yang bertentangan, tetapi saling menguatkan. Harmoni bukan berarti kita harus sama, melainkan mampu hidup berdampingan dalam keseimbangan, saling menghormati, dan saling mendukung,” tegasnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp PorosNTTNews.Com

+ Gabung