Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Hukum  

GP Ansor Mengecam Oknum Pengeroyokan BPD Desa Tanjung Boleng

Poros NTT News

PRS – Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Manggarai Barat, Rusliadi, mengecam dan mengutuk keras tindakan pengeroyokan yang dilakukan oleh oknum suporter sepak bola terhadap anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tanjung Boleng.

Insiden ini dinilai sebagai tindakan tidak berperikemanusiaan dan tidak mencerminkan manusia yang berakal.

Poros NTT News

Rusliadi mendesak pihak kepolisian untuk segera menindak tegas siapapun yang terlibat dalam aksi brutal ini demi menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

“Kami mendesak kepolisian agar segera menangkap para pelaku pengeroyokan tersebut, demi terwujudnya rasa keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warga Manggarai Barat dari aksi-aksi premanisme,” tuturnya.

Korban yang diketahui bernama Arafik (36), sekretaris BPD Desa Tanjung Boleng, menjadi korban pengeroyokan saat menyaksikan pertandingan final sepak bola antara klub Camera dari Kampung Nggieng, Desa Beo Sepang dan Persekap dari Kampung Pohon Pisang, Desa Batu Tiga, Kecamatan Boleng pada Minggu (2/6).

Akibat pengeroyokan tersebut, Arafik mengalami luka serius, termasuk luka robek di bagian hidung, lebam di wajah, dan luka robek di kepala.

Baca Juga :  Penjabat Bupati Lembata Lapor Salah Satu Akun Facebook ke Polres Lembata

Arafik menjelaskan bahwa insiden bermula saat babak kedua pertandingan. Suasana sudah tidak kondusif akibat ulah suporter Camera.

Ketika Arafik mencoba menyampaikan pesan kepada kepala desa Beo Sepang agar pendukung Camera tidak masuk lapangan, ia diserang oleh beberapa suporter.