Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Daerah  

Yoseph Blikololong, Pemulung yang Berjuang untuk Pendidikan Anak Miskin, Calonkan Diri sebagai Bupati Lembata

Poros NTT News

PRS – Dengan kemajuan teknologi, media sosial telah menjadi salah satu platform utama bagi warga negara untuk menyuarakan pandangan mereka.

Mulai dari posting di Facebook, Twitter, hingga berbagi cerita di Instagram, warga negara dengan bebas mengekspresikan pendapat mereka tentang isu-isu politik yang relevan.

Poros NTT News

Dalam banyak kasus, media sosial telah menjadi tempat di mana gerakan politik dan kampanye online berkembang, memperluas jangkauan pesan politik.

Di berbagai belahan negeri, aksi demonstrasi menjadi salah satu bentuk ekspresi yang paling terlihat dari kebebasan berbicara.

Para demonstran berkumpul di jalan-jalan kota dengan spanduk, poster, dan seruan untuk perubahan. Dalam momentum politik seperti sekarang, mereka membawa isu-isu penting seperti hak asasi manusia, keadilan sosial, lingkungan, dan banyak lagi ke pusat perhatian, menuntut tindakan dari pemerintah.

Sosok Yoseph Orem Blikololong, seorang pemulung yang terkenal karena aksinya yang luar biasa dalam membantu anak-anak tidak mampu dengan memberikan akses pendidikan gratis.

Kini mendapat dukungan dari masyarakat pada hari Senin,11 Maret 2024 untuk maju sebagai calon Bupati atau Wakil Bupati di Kabupaten.

Baca Juga :  Lowongan Kerja Terbaru Dibutuhkan Lulusan SMA/SMK/Paket C dari Semua Jurusan

Yoseph Orem Blikololong, sosok yang dikenal luas setelah kisahnya viral di media sosial, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Meskipun bekerja sebagai pemulung, Yoseph mengatakan tidak pernah melupakan tanggung jawab kemanusiaannya.

Menurutnya menciptakan sekolah gratis untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu maupun membantu para janda dan lansia di kabupaten lembata menjadi hal yang luar biasa.

Dengan berbekal tekad dan semangat untuk memberikan akses pendidikan kepada mereka yang kurang beruntung, Yoseph telah menjadi pahlawan bagi banyak keluarga yang sebelumnya tidak mampu memberikan pendidikan formal kepada anak-anak mereka.