Daerah  

Direktur B JAM Intel Kejagung RI Beri Penjelasan Tentang Putusan MK

Reporter: DavidEditor: Tim Redaksi
Poros NTT News

Kefa,Porosnttnews.com-Direktur B Jaksa Agung Muda (JAM) Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Ricardo Sitinjak, S.H, M.H, melakukan kunjungan kerja di Kabupaten TTU, Provinsi NTT pada hari Rabu, 24 Agustus 2022.

Kedatangan Direktur B JAM Intel Kejagung RI ke Kejari TTU ini, diterima secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth J. Lambila, S.H, M.H.

Swipe up untuk membaca artikel

Hadir pada kegiatan tersebut, Direktur B Jaksa Agung Muda ( JAM ) Intel Kejagung RI, Ricardo Sitinjak, S.H, M.H, Kajari TTU, Roberth J. Lambila, S.H, M.H, Kasi Pidsus Kejari TTU, Andre P. Keya, Kasi Intel Kejari TTU S.Hendrik Tiip beserta seluruh staf pada Kejari TTU, Kaban Kesbangpol TTU Thelimitro Kapitan, Kadis Dukcapil TTU Erwin Taolin, Kadis PKO TTU, Raymundus Aluman, Kadis Pariwisata Kab.TTU, Robertus Nahas.

Direktur B JAM Intel Kejagung RI, Ricardo Sitinjak kepada wartawan usai kegiatan tersebut mengatakan, kunjungan kerja yang dilakukannya ke Kabupaten TTU ini, dalam rangka melakukan sosialisasi dan monitoring penganut aliran kepercayaan pasca putusan Mahkamah Konstitusi ( MK ) nomor 97/PUU-XIV/2016.

Baca Juga :  Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Ricardo menjelaskan salah satu tugas pokok Kejaksaan adalah “pengawasan aliran kepercayaan, aliran keagamaan dan pemeluk keagamaan termasuk Penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa” sebagaimana yang tertuang dalam putusan MK 97/PUU-XIV/2016″.

Ricardo menambahkan dalam putusan MK 97/PUU-XIV/2016 tersebut, menjamin adanya pencantuman identitas penganut kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan dokumen kependudukan lainnya.

Dikatakannya dalam Putusan Mahkamah Konstitusi ( MK ) Nomor 97/PUU-XIV/2016 tentang yudicial review  Undang- Undang  Administrasi Kependudukan itu, telah membolehkan agar dalam identitas masyarakat, termasuk aliran kepercayaanya dapat dicantumkan keyakinannya pada kolom agama di Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el)” jelas Richardo.